GE FOUNDATION SCHOLAR - LEADERS PROGRAM 2008

Yes We are Leaders !!!

Selasa, 20 Oktober 2009

Kutukarim (Kupas Tuntas Karya Ilmiah) 2009 nan Alergi Judul (yacob.ivan)

Minggu, 18 Oktober 2009


“Panitia, kok kepagian sih undangannya?” Saya juga bingung, kepala divisinya meminta saya untuk membuat publikasi yang jamnya ditulis 07.30 WIB. Yah saya tinggal siap sedia membuatkan poster untuk acara Kutukarim 2009 yang diselenggarakan hari Minggu, 18 Oktober 2009 tanpa jam! Aku nggak yakin deh dengan instruksi itu soalnya acaranya bakal mulai jam 09.00WIB.



Kutukarim itu artinya kupas tuntas karya ilmiah, bukan sejenis kutu yang hinggap di rambut maupun celana. Kenapa musti alergi judul? Namanya aja kupas tuntas karya ilmiah, yah idealnya acara ini membahas sedikit jurnal matematika atau penelitian yang dilakukan mahasiswa lewat PKM atau semacamnya. Jadi, benar-benar pure membahas karya ilmiah. Akan tetapi, kutukarim di sini kok malah membahas bikin proposal penelitian matematika. Mungkin karena gak ada judul lain, akhirnya dengan berat hati memakai induk kutukarim sebagai acaranya.


Acara ini terbagi ke dalam dua sesi. Sesi pertama, yang dibawakan oleh mas Nanang, adalah sesi melobi. Lho kok melobi? Nah, to gak jelas, alergi judul kutukarim. Untuk membuat proposal kita tembus, bukan berarti kita menipiskan kertas untuk proposal. Yang dimaksud di sini adalah proposal kita diterima oleh pihak yang bersangkutan. Untuk itu, kita harus memiliki kecakapan khusus untuk melobi pihak yang akan kita paksa secara halus dengan proposal itu.


Nah, melenceng dari arah pembicaraan, proposal yang harusnya tadinya untuk penelitian matematika dipindahjalurkan menjadi proposal kegiatan. Bagaimana kita melobi perusahaan atau pihak terkait sehingga mau mengucurkan dana untuk kegiatan yang akan dibuat.


Nggak apa-apa, yang penting dapet ilmunya. Secara gitu, diriku suka melalang buana ke mana-mana, sesi kedua aku pergi aja. Jogja tampak terasa panas hari itu, dan aku ingin menyejukkan suasana hati, pikiran dan tentu saja badan. Akhirnya aku memulangkan diri lebih awal. Di samping karena capek kurang tidur, aku tidur siang aja. Kebo.


Yang aku pusingkan dari acara ini apa? Ya itu tadi, karena publikasinya kepagian, terpaksa aku harus mengulang peristiwa “cerdas cermat” waktu memakrabi anak-anak 2009 di Sermo waktu yang lalu. Tentu saja dengan pertanyaan yang berbeda dengan yang aku tanyakan kemarin. Anak 2009 datang tepat pada waktunya. Jam setengah 8 sudah pada rame, meramaikan ruangan B1.02 mipa utara. Panitia bingung tuh, mau diisi apaan, udah pada dateng. Akhirnya, tanpa jas almamater (karena habis dicuci dan dibrodoli sama anak-anak waktu GE Award dulu), aku mengisi acara gak jelas dan tiba-tiba itu.


Satu pertanyaan mengenai uang seribu yang hilang entah kemana, kelihatannya tidak ada seorang pun yang menjawab dengan benar. Akhirnya saya meletakkan uang seribu beneran di atas meja. Nah, siapa yang berhasil menebak dengan benar saya kasih tu uang seribu beneran, yang gambarnya Patimura tersenyum lebar memegang pedang.


Selesai saya merecoki ruang B1.02 dengan pertanyaan gendeng, Meily mengambil alih acara dengan dudu (dari, untuk dengan ucapan). Tradisi kayak SMS yang di SMA dulu (jadi keinget). Intinya, dengan secarik kertas, kita bisa kirim-kirim salam. Kirimnya gimana? Yah, kasih aja ke MC (modal cangkem), trus entar dibacain. Pembacaannya dilakukan sebelum sesi 1 dan sesi 2.


Dudunya fales-fales, ada juga yang serius, ada juga yang memotivasi. Macem-macemlah. Kok ada yang buat Himaho (Himpunan Mahasiswa Homo) ya? Wah, nggak jelas tuh.


Anyway, itulah kutukarim yang dikemas dengan alergi, mekrok tiba-tiba karena acaranya di luar dugaan. Terima kasih buat kesediaannya merekrut saya untuk bercuap-cuap di depan angkatan 2009. (Jadi malu ^^)


Selasa, 20 Oktober 2009

Tidak ada komentar:

Posting Komentar